Berhenti merasa penting

Haus apa yang tidak akan pernah merasa cukup? yap haus validasi namanya. Validasi membedakan antara menjadi orang yang penting dan merasa diri paling penting. Bedanya apa? bedanya orang yang penting lahir dari kontribusi sementara merasa diri paling penting sering kali tumbuh dari ego

Kita berada di dunia yang menganggap validasi eksis sebagai kebutuhan, kehadiran kita ditunggu, pendapat kita didengar, keputusan kita dianggap penting dan keberhasilan kita diacknowledge orang lain. Sampai akhirnya tanpa sadar, kita mengukur nilai diri sendiri dari seberapa banyak orang lain bergantung pada kita. Disinilah loop holenya, kita menjadi tersinggung ketika tidak lagi dilibatkan, ketika pendapat kita tidak lagi dianggap dianggap penting, dan puncaknya kita sedih ketika orang lain mampu melakukan sesuatu tanpa campur tangan kita. No, bukan karena pekerjaan tersebut gagal tapi lebih karena ego kita tidak mendapat tempat

Di situlah kita perlu belajar berhenti merasa penting

Bukan berarti kontribusi kita tidak lagi ada, bukan berarti juga ambisinya hilang atau literally menjadi seseorang yang tidak penting tetapi kita harus mulai paham bahwa nilai diri kita tidak ditentukan dari validasi 

Kita bisa menjadi profesional tanpa harus menjadi sumber informasi, resourceful bagus tetapi memberi ruang orang lain untuk juga memberi informasi juga penting. Kita bisa menjadi leader tanpa harus menjadi pusat keputusan, kita bisa mendelegasikan banyak hal kepada team sesuai kemampuannya, jika mereka butuh asistensi baru kita akan hadir, sekalian belajar melepas kemelekatan dan mengajari team as future leader untuk mengambil keputusan dan berkembang. Ada kalanya kita berbicara, ada kalanya juga kita mendengarkan

Berkontribusi tidak harus selalu berbentuk ada nama kita dalam setiap achievement dan kita tetap punya value bahkan ketika tidak sedang dibutuhkan. 

Maturity tidak diukur dari seberapa banyak yang kita selesaikan, tetapi juga bagaimana kita bersikap ketika dunia tidak menjadikan kita sebagai pusat perhatian. Tidak semua hal harus tentang kita, sebab orang yang benar benar memiliki value tidak perlu meyakinkan dunia bahwa dirinya adalah pribadi yang berharga, bagaimanapun kualitas kontribusilah yang akan berbicara

Berhentilah sibuk menjadi orang yang dianggap penting. Mulailah menjadi orang yang benar-benar memberi arti dan impactful

Not to forget, kita semua pernah menjadi orang baru yang belum banyak tahu, belum banyak pengalaman, dan membutuhkan kesempatan untuk membuktikan diri. Kita bisa menjadi seperti hari ini karena pernah ada orang yang memberi kita ruang untuk bertumbuh. Jadi, ketika kini giliran kita memiliki otoritas untuk memberi ruang, jangan justru menjadi orang yang menutup pintu bagi orang lain.

At the end of the day, jabatan bisa berpindah tangan, posisi bisa digantikan, pengaruh akan memudar, dan somehow segala sesuatu tetap berjalan tanpa kehadiran kita. Tetapi legacy dan kebermanfaatan yang akan diingat




Sport has humbled me in every way

Awal oktober kemarin saya mengikuti olahraga ultra cycling Audax di Yogyakarta di kategori 100 km, sebenarnya kategori ini biasanya diambil oleh pemula. Meskipun saya sudah bersepeda dari 2021 tapi rasanya kemampuan saya masih di kategori pemula

Di audax tersebut saya bertemu dengan cyclist lain yang menurut saya kemampuannya jauh diatas saya, this what i call Sport has humbled me in every way. Kemampuan, tekad, kesiapan dan kondisi fisik seseorang tidak benar benar bisa diukur dengan angka. Ada yang bersepeda baru beberapa bulan sudah join kategori 200 km, ada yang sudah bersepeda lama seperti saya tapi masih berada di kategori 100 km

Jadi yang membuat saya humble adalah ada postingan peserta audax yang menyampaikan ini first audaxnya, dan yang jleb di hati saya adalah dia finishnya lebih dulu dari saya *nangis, padahal saya merasa bahwa saya cukup ok lho, tanjakan2 mampu disikat, speed juga ga lambat2 amat. Tapii saya kena kram di KM 91 yang akhirnya bikin saya rest hampir 45 menit, padahal untuk menyelesaikan 9 Km tersisa estimasi saya hanya butuh 20-30 menit

Cerita lain tentang audax itu ya bunyi2an dan suara2 yang muncul di kepala sepanjang rute

- Start line : hari ini bakalan seru nih, pemandangan indah rate cakep ah ga sabar

- Km 0- 25 : foto2 dulu lah, beneran cakep viewnya. bisa lah finish sebelum dzuhur

- Km 25- 50 : mulai nanjak tapi handle able ini, HR masih terkontrol, belum ada spike. syahdu bener

- Km 50 - 75: Wa gila sih, ini yang bikin rute abis patah hati apa gimana? haduh ini kalo kram gimana

- Km 75 - 90 : perut ga enak, mual, badan sakit semua, pengen evac aja 

- Km 90 - 100 : Alhamdulillah yaa akhirnya menjelang finisih, abis ini mandi keramas trus ke spa, tidur nyenyak. daftar audax selanjutnya apa ya?

Akhirnya harus diakui bahwa saya masih butuh banyak latihan dan lebih menikmati momen saja. pada akhirnya yang kita bawa adalah cerita cyclingnya, core memory unlocked





Stubborn never learn

 Almarhum teman saya pernah memberikan komentar ini ke saya, stubborn never learn, karena saya terus mencoba sesuatu yang menurutnya hasil akhirnya pasti akan gagal. Saya tahu teman saya memberikan komentar tersebut bukan karena ybs tidak suka, justru karena ybs care maka ybs berusaha menyadarkan saya

Dalam beberapa kejadian, sebenarnya saya sadar bahwa keras kepala itu tidak perlu, tapi saya terus mencoba kadang karena ingin membuktikan bahwa cara saya pada akhirnya akan berhasil, tapi kadang2 tetap tidak berhasil juga sih hahaha, tapi setidaknya saya tidak penasaran kan. yang pasti ini ego sih

Mungkin juga itu ego masa muda ya, makin kesini makin sembuh sih kelakuan stubborn itu, lebih banyak mikir sebelum bertindak, semoga makin bijak ya kedepannya

Cerita sedikit tentang asal mula kelakuan stubborn ini muncul ya, dulu waktu saya lebih muda, ceileh, saya bukan orang yang bisa mengandalkan keberuntungan, bahkan untuk hal hal yang sifatnya tidak substantial pun sepertinya saya kurang beruntung, ini yaa beberapa contoh saja

- Saya naik pesawat flag carrier nya Indonesia, dulu maskapai ini dilabel sebagai maskapai cukup mewah dan bagus, untuk flight lebih dari 1 jam biasanya mendapatkan in flight meals, nah kejadiannya ketika meals dibagikan entah bagaimana row dibelakang dan depan saya sudah mendapatkan mealsnya tapi row saya ketinggalan. saya pikir mungkin sedang disiapkan ya, nah karena saya orangnya ga enakan, diem saja lah saya menunggu giliran. sampai kemudian pramugari collecting meal traynya baru lah engeh kalau row saya belum mendapatkan meals, akhirnya tetep dapet sih hanya makannya buru2 

- Ketika acara ulang tahun teman, semua orang mendapatkan goodie bags, pas saya mau ambil ternyata goodie bag habis, hal ini berulang beberapa kali di acara2 seminar yang saya hadiri

sebenernya masih banyak lagi sih cerita2 aneh soal ini, tapi dari kejadian2 kecil itulah akhirnya saya mulai jadi orang yang stubborn dan ngotot. Tapi tenang aja, makin tua makin sembuh kok penyakit ini

Have a nice weekend everyone