Ternyata cerita kehidupan saya menjadi inspirasinya
Otokritik? Berani!
Pernah dengar otokritik? otokritik itu koreksi diri. simpelnya kita review diri sendiri apa saja yang ingin kita rubah, yang ingin kita perbaiki, karena pada dasarnya akan lebih mudah bagi kita untuk mendengarkan diri sendiri, daripada kita mendengarkan kritik dari orang lain.
Tetapi harus digaris bawahi, otokritik ini harus dilakukan dalam koridor yang positif. artinya disertai dengan rencana2 perbaikan, jadi tidak hanya mengkritik diri tetapi kemudian sudah hanya berhenti di kritik saja. Kita dengan mudahnya membandingkan diri dengan orang lain, yang (biasanya) diikuti dengan pembenaran2 kenapa kita berada di situasi kita saat ini, tanpa rencana upaya perbaikan
Pernah denger gak 18/40/60 rules
18-40-60 Rule: When you're 18, you worry about what everybody is thinking of you; when you're 40, you don't give a darn what anybody thinks of you; when you're 60, you realize nobody's been thinking about you at all.Menurutku 18/40/60 rules ini ada hubungannya dengan otokritik, di rules ini kita memperbaiki diri karena kita pikir orang lain memikirkan kita, jadi kita berusaha memperbaiki diri untuk membuat orang lain kagum. sejatinya otokritik sebaiknya dilakukan untuk diri sendiri, kita sendiri yang akan dapat manfaatnya
Kalau saya, otokritik saya terhadap diri sendiri adalah saya ingin lebih bisa bersabar, bersabar atas apapun proses yang sedang saya hadapi, proses saya untuk hidup lebih sehat, proses saya bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik
Have a nice weekend folks!
Sejatinya doa yang belum terjawab juga rejeki
Kesehatan mental tanggung jawab siapa?
Sebenernya menjaga kesehatan mental itu tanggung jawab siapa? Saya saat ini bekerja sebagai cool leee di perusahaan swasta, jadi saya bahas kesehatan mental di lingkungan pekerja. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab terganggungnya kesehatan mental (sumber https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/13552/Kesehatan-Mental-di-Lingkungan-Kerja.html)
Konsisten itu berat juragan!
Dulu, saya pernah berjanji pada diri sendiri bahwa saya akan all out di setiap kesempatan, akan melakukan effort terbaik dalam setiap hal. Tetapi yang saya tidak tahu, bahwa konsisten dan persistent itu butuh tenaga dan somehow makin kesini makin ada umur jadi upaya untuk tetap maksimal di setiap kesempatan itu jadi berat.
How to deal with Galauers team member
Whose problem is it anyway?
From the mouse trap story:
The mousetrap didn't seem like a threat to the Hen, the Goat or the Cow. But in the end it affected all of them and the mouse was spared
Aren't such situation common in real life? In your division, organization and team, there will always be a problem. The question is who owns the problem anyway?
Whenever something happens somewhere, no matter how remote, insignificant or improbable, it has potential to affect us. When a problem arise, its a problem for everyone to solve, don't ignore it, because in a team somebody's problem means everybody's problem. When small error happen it could become bigger and endanger the whole team.